Cara Mengukur Volume Tanki

A. Tangki Berbentuk Kotak

 

Volume Tangki Panel dapat dengan mudah diukur asalkan wadah Tangki Panel tersebut mempunyai bentuk persegi. Untuk kolam atau tangki yang mempunyai bentuk dan ukuran yang berlekuk-lekuk tentu tidak dapat menggunakan cara ini. Ada beberapa tujuan dari kegiatan mengukur volume Tangki Panel, diantaranya :

1. Mengetahui jumlah volume Tangki Panel (dalam m3), untuk dapat memprediksi biaya penggunaan air bagi yang
menggunakan air yang berasal dari PAM (Palyja).
2. Memudahkan menentukan dosis pemberian kondisioner air yang biasanya menggunakan ukuran xx ml kondisioner untuk xx liter air Tangki Air.
3. Memudahkan menentukan kepadatan jumlah ikan per satuan ukuran volume Tangki Panel (liter).

Tangki Panel berbentuk prisma segi empat

Untuk mengukur volume Tangki Panel Air dapat dilakukan dengan cara sederhana sebagai berikut
1. Tentukan panjang (pa), lebar (la), dan tinggi (ta) Tangki Panel tersebut
2. 2. Hitung volume isi (Tangki Panel), dengan cara mengkalikan panjang (pa) dengan lebar (la) dan dengan tinggi (ta) nya, hasilnya merupakan nilai dari volume isi (Tangki Panel) tersebut
3. Konversikan satuan volume yang telah dihitung (m3) ke dalam satuan Liter (cm3) dengan mengkalinya dengan angka 1.000.000

Contoh/ilustrasi :
Dimensi / Ukuran
panjang isi (Tangki Panel) (p) = 3 m
lebar isi (Tangk Panel) (l) = 3 m
tinggi isi (Tangk Panel(t) = 3 m
Volume
volume isi (Tangki Panel) = p x l x t, maka
volume isi (Tangki Panel) = 3 m x 3 m x 3 m
volume isi (Tangki Panel) = 27 m3
volume isi (Tangki Panel) = 27.000.000 cm3

 

B. Tangki Berbentuk Silinder atau Tabung

Definisi Silinder atau Tabung
Silinder sering juga disebut tabung ialah bangun tiga dimensi beraturan yang berbentuk batang seperti batang pohon dengan bentuk penampang lingkaran serta mempunyai tinggi tertentu.

Diameter, Radius, dan Tinggi Silinder
Ukuran sebuah silinder / tabung dinyatakan dengan besaran diameter atau radius penampang silinder dan tinggi silinder. Diameter sebuah silinder boleh jadi lebih panjang, sama atau lebih pendek dari tinggi silinder. Kalau ukuran tinggi silinder jauh lebih besar dari diameternya, ukuran tinggi ini disebut panjang silinder misalnya pada pipa / as besi. Namun kalau ukuran tinggi silinder jauh lebih kecil dari diameternya, ukuran tinggi ini disebut sebagai tebal tabung/ silinder misalnya pada keping uang logam. Radius tabung / silinder sering dikenal sebagai jari-jari tabung / silinder.

Rumus Menghitung Volume Silinder
Cara menghitung volume atau isi tabung / silinder, harus diketahui ukuran radius atau diameter (kita tahu bahwa diameter itu adalah 2 x radius, D = 2R) dan tinggi silinder tersebut. Maka, rumus untuk mengkalkulasi volume silinder adalah:

volume = pi x radius x radius x tinggi (pi x r^2 x t)

dimana pi=22/7 atau 3,14
Rumus ini bisa ditulis secara lebih disingkat sebagai Vol = pi x r x r x t. Volume sebuah tabung / silinder pada dasarnya adalah luas lingkaran penampang silinder dikalikan tinggi silinder. Di rumus tersebut pi x r x r ialah luas lingkaran penampang silinder. Perlu diingat bahwa jika menghitung volume sebuah tabung / silinder dengan rumus di atas, satuan radius (atau diameter) dan tingginya harus sama. Satuan volume adalah satuan panjang kubik misalnya centimeter kubik (cm3) , meter kubik (m3), millimeter kubik (mm3), dan lain seterusnya.

Contoh Perhitungan Volume Silinder
1. Soal: Berapa volume silinder/ tabung yang mempunyai diameter 10 m dan tinggi 14 m? (jangan lupa: volume tabung / silinder = pi x radius x radius x tinggi).

Dijawab: radius silinder adalah setengah dari diameter yaitu 5 m. Volume tabung = (22/7) x 5 m x 5 m x 14 cm = 1.100 m3.

Leave a Comment

Your email address will not be published.